Posts

Kisah Penyembah Api Yang Masuk Surga

Image
Dari ‘Aisyah rah., ia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “ Orang yang bahagia memberi erat dengan Allah, erat dengan manusia, erat dengan nirwana dan jauh dari neraka. Sedangkan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari makhluk, jauh dari nirwana dan erat dengan neraka. Dan orang kurang pintar yang bahagia memberi lebih dicintai oleh Allah daripada orang ‘alim (berilmu) yang kikir. ” Nabi saw. bersabda : “ as-Sakha’u (dermawan) yakni nama pohon di dalam nirwana yang batang-batangnya menjulur hingga hingga di dunia dan barangsiapa yang mengambil batang darinya, maka ia akan dituntun menuju surga. Sedangkan al-Bukhlu (kikir) yakni nama pohon di dalam neraka yang batang-batangnya menjulur hingga hingga di dunia dan barangsiapa yang mengambil batang darinya, maka ia akan dituntun menuju neraka. ” Berkenaan dengan klarifikasi dua hadits di atas, ada sebuah kisah ihwal penyembah api yang berjulukan Bahram al-Majusi yang mendapat salam dari Nabi saw. dan mendapat ridha dari Allah...

Kisah Waliyullah Beristri Cerewet

Image
Alkisah, seorang shalih mengunjungi rumah saudaranya yang juga populer shalih. Sebut saja Dullah dan Darsun. Setidaknya, setiap tahun Dullah pergi menjumpai saudaranya yang berjulukan Darsun. Kali ini, hampir saja Dullah tak bertemu Darsun. Begitu mengetuk pintu, yang terdengar ialah bunyi keras istri Darsun, “ Siapa? ” tanya istri Darsun “ Saya saudara suamimu, tiba untuk mengunjunginya ” jawab Dullah “ Suamiku sedang mencari kayu. Semoga ia tidak dikembalikan Allah ke rumah ini lagi. ” Dari balik pintu itu istri Darsun kemudian terus mencaci-maki suaminya habis-habisan. Dullah hanya dapat menelan ludah, sampai alhasil ia melihat Darsun pulang membawa kayu bakar bersama seekor singa. Ya, Darsun meletakkan kayu bakar itu di atas punggung seekor singa yang populer buas itu. Sembari menurunkan kayu bakar dari punggung singa, Darsun berujar kepada istrinya, “ Kembalilah ke dalam. Semoga Allah memberkatimu ,” katanya yang lantas mempersilahkan Dullah masuk ke dalam rumah. Sa...

Kajian Kitab “Nashaihul Ibad” (8)

Image
Bagian Dua Maqalah Ke-19 : Diwahyukan kepada sebagian para Nabi : “ Taatlah kau kepada-Ku atas apa yang diperintahkan-Ku kepadamu. Dan janganlah kau menolak apa yang Aku nasihatkan kepadamu. ” Maqalah Ke-20 : Dikatakan, “ Sempurnanya logika dengan cara mengikuti keridhaan Allah Ta’ala dan menghindari kemurkaan-Nya. ” Maqalah Ke-21 : Dikatakan, “ Tidak ada kawasan yang aneh bagi orang yang utama (berilmu) dan tidak ada kawasan tinggal bagi orang yang tidak cerdik (bodoh). ” Maqalah Ke-22 : Dikatakan, “ Barangsiapa yang taat, maka dia erat di sisi Allah, namun dia aneh (jauh) di kalangan manusia. ” Maqalah Ke-23 : Dikatakan, “ Aktifitas ketaatan mengatakan ma’rifat (kepada Allah) sebagaimana aktifitas jasad yang mengatakan kehidupan. ” Maqalah Ke-24 : Nabi saw. bersabda : “ Pokok dari segala kesalahan (dosa) yakni menyayangi dunia. Dan pokok dari segala macam fitnah yakni menolak mengeluarkan zakat (tanaman) dan zakat (harta benda). ” Wallahu A’lam al-Faq...

Kajian Kitab “Nashaihul Ibad” (7)

Image
Bagian Dua Maqalah Ke-13 : Dikatakan, “ Orang yang ‘Arif  (ma’rifat) lebih mementingkan memuji (kepada Allah) dan orang yang Zahid (ahli zuhud) lebih mementingkan berdoa (kepada Allah). Sebab, orang yang ‘Arif lebih mementingkan Allah (daripada mengharap pahala dan surga), sedangkan orang Zahid lebih mementingkan dirinya (masih mengharap pahala dan surga). ” Maqalah Ke-14 : Sebagian Ahli Hikmah (waliyullah) berkata : “ Barangsiapa yang menyangka bahwa ada sosok penolong yang lebih utama daripada Allah, maka sedikitlah pengetahuannya wacana Allah. Dan barangsiapa yang menyangka bahwa ada sosok musuh yang lebih dimusuhi daripada dirinya sendiri, maka sedikitlah pengetahuannya wacana dirinya sendiri. ” Maqalah Ke-15 :  Abu Bakar ash-Shiddiq ra. berkata : “ Dalam firman Allah swt. disebutkan, ‘Telah tampak kerusakan di daratan dan lautan’. Maksudnya, pengertian ‘daratan’ yaitu ekspresi dan ‘lautan’ yaitu hati. Sebab, kalau ekspresi sudah rusak, maka orang-orang aka...

Kajian Kitab “Nashaihul Ibad” (6)

Image
Bagian Dua Maqalah Ke-7 : Yahya bin Mu’adz ra. berkata : “Orang yang mulia tidak akan bermaksiat kepada Allah dan orang yang bijaksana tidak akan mementingkan urusan dunia di atas urusan akhirat.” Maqalah Ke-8 : Al-A’masy ra. berkata : “ Barangsiapa yang tujuan dasar dalam membelanjakan hartanya alasannya ialah takwa, maka sepak terjangnya akan menguntungkan bagi agamanya. Dan barangsiapa yang tujuan dasar dalam membelanjakan hartanya alasannya ialah urusan dunia (saja), maka sepak terjangnya akan merugikan agamanya. ” Nama Al-A’masy ra. ialah Syech Sulaiman bin Mahran al-Kufi. Maqalah Ke-9 : Sufyan ats-Tsauri ra. berkata : “ Setiap maksiat yang berasal dari nafsu (syahwat), maka hal itu ada cita-cita akan diampuni dosa-dosanya. Sedangkan setiap maksiat yang berasal dari perilaku sombong, maka hal itu tidak ada cita-cita akan diampuni dosa-dosanya. Sebab, gotong royong maksiat Iblis berasal dari perilaku sombong. Dan gotong royong kesalahan Nabi Adam as. berasal dar...

Kajian Kitab “Nashaihul Ibad” (5)

Image
Bagian Dua Maqalah Ke-3 : Abu Bakar as-Shiddiq ra. berkata : “ Barangsiapa yang masuk ke dalam kubur (wafat) tanpa membawa bekal (amal shalih), maka menyerupai halnya menyeberangi lautan tanpa memakai perahu. ” Rasulullah saw. bersabda : “ Tidaklah seorang mayat di dalam kuburnya, melainkan menyerupai orang karam yang meminta pertolongan. ” Maqalah Ke-4 : Dari Umar bin Khattab ra., bekerjsama Nabi saw. bertanya kepada Malaikat Jibril as., “ Tunjukkan kepadaku kebaikan-kebaikan Umar? ”, Malaikat Jibril as. menjawab, “ Seandainya lautan menjadi tinta dan pohon menjadi pensilnya, maka saya tidak akan dapat menghitungnya ”, lalu Nabi saw. bertanya lagi, “ Tunjukkan kepadaku kebaikan-kebaikan Abu Bakar? ”, Malaikat Jibril as. menjawab, “ Kebaikan Umar yaitu sebagian dari kebaikan-kebaikan Abu Bakar ”. Umar bin Khattab ra. berkata : “ Kemuliaan di dunia dengan harta benda, sedangkan kemuliaan di darul abadi dengan amal-amal yang shalih. ” Maqalah Ke-5 : Utsman bin Affan r...

Kajian Kitab “Nashaihul Ibad” (4)

Image
Bagian Dua Maqalah Ke-2 : Sabda Nabi saw. : “ Tetaplah berada di majlis para ulama (yang mengamalkan ilmunya) dan dengarkanlah pesan tersirat para jago pesan tersirat (yang ma’rifat kepada Allah). Karena, sebetulnya Allah Ta’ala akan menghidupkan hati yang mati (gersang) sebagaimana Allah menghidupkan bumi yang mati (kering) dengan air hujan. ” Nabi saw. bersabda : “ Akan tiba kepada umatku, suatu masa dimana mereka lari meninggalkan para ulama dan fuqaha (ahli fiqih). Maka, Allah akan menguji mereka dengan tiga ujian ; Pertama, Allah akan menghilangkan keberkahan dari perjuangan mereka. Kedua, Allah akan menguasakan pemimpin yang zalim kepada mereka. Ketiga, mereka akan keluar dari dunia (wafat) tanpa membawa iman. ” Wallahu A’lam al-Faqier Ila Rahmati Rabbih Saifurroyya Kaliwungu Kota Santri